Senin, 17 Januari 2011

I Am Always Crying

Kau kira aku tak pernah menangis?
Kau pikir selama ini aku bahagia di sini?

Enggak. Selama ini aku selalu menahan tangisanku didepanmu
Karena aku gak mau menyakitimu secara langsung. Aku menyayangimu, jujur.
Aku sangat menyayangimu. Dan aku tahu kaupun menyayangiku.
Hanya saja pandangan kita berbeda. Pandangan kita terhadap dunia berbeda.

Ma. Aku selalu menangis, Ma. Bukan menangis yang diartikan dengan
"mengeluarkan air mata". Bukan, Ma. Aku gak tahu apa Mama akan melihat
ini, tapi aku hanya ingin Mama tahu... Aku tersiksa.

Setiap hari rasanya sangat panjang.
Setiap malam terasa mengerikan.

Mah...aku sekarang mau bilang ke Mama. Aku gak mau di Beijing. Aku mau di Jogja.
Aku mau tetap di Jogja. Di PL 1. Aku gak mau loncat kelas.
Mah, aku gak akan minta banyak-banyak. Aku cuma minta aku melanjutkan sekolahku lagi
dan gak pindah sampai setidaknya aku lulus SMP di JOGJA. PL 1 JOGJA.

Mah, tante Selly dulu bilang ke aku kok dia mau jagain aku. Kalau misalnya ternyata dia gak mau,
ya kenapa kita gak bisa usaha sedikit? Ma, come on Ma. Aku janji, kalau Mama ngebiarin hal ini terjadi...
Aku janji setelah aku lulus SMP aku akan ngikutin kemauan Mama aku sekolah di mana. Sampai aku umur 18
tahun.

Mama harus ingat, aku udah bukan anak kecil lagi. Aku juga menginginkan kebebasan. Bukan cuma kebebasan fisik,
tapi juga secara psikis. Mama pikir aku bebas dalam dua hal itu? Tidak, Ma. Aku sama sekali gak bebas
dalam Fisik maupun Psikis.

Aku mohon, Ma. Aku memohon belas kasihmu. Mah, umur 14, 15 hanya sekali. Masa SMP juga cuma sekali.
Aku cuma minta masa SMPku dan umur 14 dan 15ku di PL 1... Itu aja...Mah, aku mohon jangan buat
hidupku menderita, Ma.

Mah, tidakkah Mama lihat? Aku menolak dari awal. Aku sudah menolak Beijing dari awal. Dan sebentar lagi,
harus ada pihak yang menyerah. Pihak Mama atau Pihak Aku. Aku udah pasti gak akan menyerah, Ma. Mama mau aku menderita terus? Nggak, kan Ma? Aku mohon, Ma.

Sebagai anakmu SATU-SATUNYA aku mohon padamu, dengarkanlah permintaanku.
Sebagai anakmu SATU-SATUNYA aku mohon belas kasihmu
Sebagai anakmu SATU-SATUNYA aku mohon pengertianmu
Sebagai anakmu SATU-SATUNYA aku mohon agar kau membiarkanku kembali
Sebagai anakmu SATU-SATUNYA aku mohon berhentilah menyiksaku.

Atau kau lebih memilih untuk membiarkanku terus menangis?

I am always crying, Ma. You can stop it.

1 komentar: